Ideas to Indonesia

Thursday, July 07, 2005

Rumah impianku

Rumah impianku, mungkin bisa memberikan inspirasi untukmu:

1. Ruang-ruang yang ada
* 3 kamar tidur yang luas
* 1 ruang baca dan perpustakaan yang nyaman, didalamnya ada 1 ruang kerja
* 1 ruang bersama yang luas
* 1 foyer kecil
* 1 dapur
* 1 tempat cuci baju sedemikian hingga sangat dekat dengan jemuran

2. Pengkabelan didisain dari awal, sedemikian hingga : mudah dilepas, mudah ditambah, dan tidak tampak mencolok
* kabel listrik
* kabel data
* kabel telpon
* kabel-kabel cadangan

3. 50 persen bangunan, 50 persen taman

4. Ada pagarnya (terutama kalau di Indonesia), sehingga tidak terlalu terbuka bila dilihat dari luar.

5. Level lantai dapur lebih rendah daripada ruang sekitarnya. Sehingga bisa mudah dibersihkan dengan cara disiram (jangan lupa harus ada saluran air / seperti kamar mandi)

6. Tempat cuci di dapur menghadap ke udara terbuka.

7. Kesan nyaman dan natural, bukan megah.

8. Drop-down untuk mobil yang teduh air

9. Akses ke rumah sedemikian hingga tidak terbuka untuk umum

10. Terletak di lokasi yang tidak bising dan aman.

11. Teras depan dibuat dari kayu dengan spaces.

12. Tempat jemur baju

13. Lemari di kamar built-in, sampai ke langit-langit.

Monday, June 27, 2005

Majulah PT.Pos Indonesia

Kalau saya menjadi bagian dari PT.Pos Indonesia, saya juga akan bingung. Cepat atau lambat, daya tarik 'surat manual' akan menurun akibat popularitas e-mail.

Kemarin saya menerima surat dari Bank, untuk mengambil gift, tapi anehnya, gift tersebut dapat diambil di SingPost (PT.Post nya Singapore).

Saya yakin masalah yang dihadapi PT.Pos Indonesia juga pernah dialami oleh SingPost. Bagaimana SingPost keluar dari masalahnya?

Kekuatan utama PT.Pos Indonesia memiliki cabang-cabang yang tersebar di seluruh penjuru tanah air, di sudut sudut kota dan desa dengan letak yang strategis. Jangan sepelekan hal ini. Pendeknya, network-nya sudah jadi dilihat dari sisi infrastruktur, dan mungkin sumber daya. Saya jadi ingat BRI, Bank Pemerintah dengan jumlah cabang terbanyak. Inilah salah satu kekuatan BRI.

Oya bagaimana kelanjutan dari gift saya?

Karena gift itu memang sudah saya harap-harapkan, saya pungut pula dengan mendatangi SingPost. Wah wah.. ternyata di situ tidak hanya layanan Post biasa.

Di SingPost kita juga bisa melakukan pembayaran tagihan pihak ketiga yang lain seperti PLN, Telkomsel, Excelcom, telepon, dll. Bahkan sempat kulihat SingPost juga memiliki semacam ATM, yang memiliki beragam layanan. Seperti halnya ATM Bank lain, tapi tidak untuk menarik tunai. Begitu juga SingPost memiliki semacam internet banking.

Dengan kekuatan utama dari PT.Post Indonesia, bisakah kita meniru SingPost? Tentu saja butuh SDM yang berkualitas. Setidaknya seorang bankir senior yang bermoral tinggi yang duduk di kursi tertinggi PT.Pos mungkin bisa melakukan transformasi.

Masih banyak hal lainnya yang bisa kita pelajari dari SingPost. Tapi saya sudah cape. :(

Solusi perumahan di Jakarta

Saya tidak tahu pasti seberapa susahnya mencari rumah bila tinggal di kota-kota kecil di Indonesia. Namun bila Anda pernah tinggal di Jakarta, hal ini bukanlah hal yang mudah.

Masalah perumahan sudah banyak diperbincangkan oleh pakar & LSM, juga kalangan pemerintah. Beberapa solusi telah dicoba untuk diterapkan antara lain adalah RSS. Tidak tahu pasti hasil evaluasinya, tapi saya sendiri mendengar plesetan RSS yang tidak lain adalah ungkapan kekecewaan.

Saya coba memberikan ide yang mungkin dapat membantu memperbaiki masalah perumahan. Ide-ide ini berdasarkan pengalaman yang saya dengar di Singapore. Semoga sempat ada yang membaca dan bisa diterapkan

Solusi perumahan di Jakarta.
SOLUSI 1.
Pemilik rumah hanya boleh menyewakan rumahnya setelah menempatinya selama minimal 5 th.

Bila di suratkabar, kubaca pasar property menggeliat, apakah seseorang akan senang atau sedih?
- Bila aku seorang developer, aku akan senang karena investasiku akan terjual, kemungkinan dengan harga yang lebih baik
- Bila aku seorang pekerja bangunan, aku akan senang karena lowongan kerjaku lebih banyak
- Bila aku pemilik toko besi, aku akan senang karena daganganku laku
- Bila aku orang kaya yang memiliki banyak rumah, aku akan senang karena nilai investasiku naik
- Bila aku belum punya rumah, aku akan susah karena harga rumah naik
- Bila aku belum punya rumah, aku akan susah karena tarif kost naik
- Bila aku belum punya rumah, aku tidak susah dan tidak senang karena aku tinggal di kolong jembatan

Bila kita berpihak pada keadilan, menurutku lebih baik mendengar berita bahwa pasar property lesu, dengan asumsi akibat ketersediaan perumahan lebih banyak daripada permintaan.
Salah satu yang menjadi penyebab susahnya mencari rumah mungkin banyak orang yang berlebihan dana menginvestasikannya dengan cari membeli rumah. Dan biasanya kemudian dikontrakkan. Sah sah saja sih.. tapi menurutku hal ini hanya akan meningkatkan harga rumah, yang memang diinginkan oleh mereka. Tapi tentu saja tidak diinginkan oleh sebagian besar yang lain.

Karena itu, begitu mendengar peraturan di Singapore bahwa HDB hanya boleh disewakan setelah 5 th digunakan pemilikinya, aku bergumam "What a brilliant idea". Setidaknya mereka yang membeli HDB adalah yang benar-benar membutuhkannya.

Apakah bisa diterapkan di Indonesia? Saya yakin akan banyak tantangannya.

SOLUSI 2.
Rumah Pemerintah

Saya coba menganalisa latar belakang HDB
1. HDB dibuat bertingkat, umumnya sekitar 10 tingkat
--> luas wilayah yang terbatas, menuntut pemerintah Singapore merencanakan perumahan bagi warganya dengan sangat baik, dan mereka berhasil dengan cara membangun HDB yang merupakan bangunan bertingkat tinggi.

2. HDB didisain dengan baik
Saya akan menulis satu blogger dengan topik explorasi disain HDB. Dan setiap bangunan disini harus ada verifikasi disain dengan standard tertentu.

3. HDB dibangun dengan kualitas yang memadai
Saya yakin tembok di HDB lebih keras daripada tembok di rumah-rumah biasa yang ada di Jakarta.

4. HDB disubsidi oleh pemerintah

5. HDB dipelihara oleh warganya. Hik susahnya di Indonesia, banyak orang yang tidak bisa diatur. Saya sendiri akan berpikir sepuluh kali bila HDB ada di Indonesia, pasti ada saja orang-orang yang akan seenaknya membuat kebisingan. Kalau disini, kita tinggal telepon polisi boo nguing nguing.., hukum ditegakkan


Tapi saya masih bingung bagaimana menerapkan hal ini di Indonesia, karena banyak faktor yang bisa Anda pikirkan sendiri. Ngomong-ngomong apa ya pekerjaan Menteri Perumahan Rakyat? Bila aku jadi SBY akan kuberi Menteri itu PR 1 bulan, dengan hasil berupa konsep nyata solusi perumahan di Jakarta. Huuuuhhh! Gemas deh

Wednesday, June 22, 2005

Implementasi Single ID secara murah (Tlg komentarnya)

Aku yakin hidup di Indonesia akan lebih teratur dan lebih mudah, bila kita setiap WNI memiliki Single ID. (Tolong perhatikan kata 'lebih' tercantum dlm kalimat sebelumnya, jadi bukan teratur dan mudah)

Single ID? Maksudku semacam KTP gitu-deh. atau kita sebut saja e-KTP.Lalu apa bedanya?Yang paling menonjol, adalah database terpusat. Kenapa harus database terpusat?
1. Saya tidak tahu mungkin ada alasan lain kalau kita bertamu ke daerah lain harus melapor dulu. Bahkan kadang2 dikejar2 supaya punya KTP daerah tsb. Tp dengan eKTP tidak boleh ada aparat yg macam-macam, selama WNI bisa menunjukkan eKTP yang sah

2. Beberapa transaksi membutuhkan tracking yang benar, a.l. adalah pembelian no. prabayar. Saat ini di Indonesia dengan mudahnya kita bisa membelinya, akan lebih teratur bila konsumen diharuskan mengisi formulir dan memberikan fotokopi eKTP.

3. Segala macam data dari penduduk Indonesia bisa dilacak dan disimpan dengan baik. Asal tidak disalahgunakan oleh aparat.. wa wa wa.. takut deh :((

4. dll - kayanya banyak toh pembaca yang budiman???

Oya, ttg eKTP sebenarnya sudah banyak diperbincangkan orang. Terutama untuk mengisi kantong dengan menjadikannya sebuah proyek besar.. wah wah wah..

Saya berpikir, alangkah baiknya bila pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Bank-bank yang ada. Tentu saja tidak semua Bank, pilih saja 2-3 bank dengan konsumen terbesar, misalkan BRI & BCA.

Kerjasama-nya begini loh. BRI & BCA menerbitkan kartu ATM untuk nasabah mereka versi eKTP. Jadi selain untuk ATM juga berfungsi untuk eKTP. Tentu saja dengan memanfaatkan perangkat mereka spt utk cetak kartu, dsb.. tetapi dengan satu syarat... database-nya harus terpusat di database eKTP pemerintah.

Secara teknis perbankan, saya yakin hal yang mudah. Wong, transaksi pembelian pulsa dan pembayaran tagihan pihak ke-3 juga bisa kok..

Lalu apa untungnya dengan Bank... yang anggap aja promosi gratis & berkontribusi kepada negara

Lalu apa untungnya pemerintah sbg pemilik eKTP? Tidak perlu biaya proyek yang cukup besar, cukup memelihara satu database (eh clustering ya)

Lalu apa untungnya penduduk Indonesia? Kalo pemerintah tidak mengeluarkan biaya besar, penduduk juga semestinya gratis dong, kecuali ada tikus-tikus busuk yang bersarang di kubangan yang bau busuk di tengah-tengah makanan busuk.. ingin mengoret-ngoret tai busuk.

eh iya, supaya berjalan lancar, nasabah bank tersebut diberi kesempatan untuk mengubah kartu ATM mereka menjadi eKTP secara gratis..

bgmn dengan yg lain? yah tentu saja harus bayar untuk mengganti biaya cetak kartu, kalau mau gratis harus menjadi nasabah bank ybs... wah wah wah (kalo begini bisa di-tender-positif-kan dong proyeknya, krn keuntungan ada di pihak bank)

Apakah susah bank2 mencetak kartu spesial? kayanya ga tuh, buktinya dalam setahun saja, banyak sekali versi kartu kredit yang dikeluarkan oleh satu institusi bank, entah yang mini-lah, maxi lah, hitam-lah, perak-lah, emas-lah, baja-lah, dlll....dlll....dlll...

Email SBY...

Pendapatku bapak SBY adalah orang yang terbuka dalam berpikir. Dia juga bisa mendengarkan orang berbicara. Senang hatiku membaca berita bahwa SBY meluncurkan nomor hotline-nya (sms ke nomor 9949)

Tetapi akan lebih baik bila beliau juga meluncurkan email address-nya. Dengan beberapa kelemahan (a.l tidak banyak penduduk Indonesia yang bisa mengakses email), banyak sekali keunggulan dibaliknya:
1. Lewat email, semua tercatat dengan baik
2. Lewat email, orang harus berpikir masak-masak sebelum mengeluarkan pendapatnya (bandingkan lah dengan asal nyerocos)
3. Lewat email, SBY bisa menugaskan assistent-nya untuk melakukan filtering. Wah kalo telepon diterima assitant-nya kayanya ga asik tuh..
4. Lewat email, penduduk Indonesia bisa belajar menggunakan teknologi yang lebih baik
5. Lewat email, sebenarnya kemungkinan besar lebih murah, selain juga praktis
6. dan yang pasti lewat email, saya akan berpikir ulang, apakah akan kukirim email untuk beliau..

hik hik.. sayang sekarang tidak ada email hotline-nya? apakah saya yang tidak tahu? pembaca, tolong response.. :)

Tuesday, June 21, 2005

Berbanggalah menjadi orang Indonesia..

Wah wah, aku bukanlah seorang ultra-nasionalis, bahkan bukan pula nasionalis
Saya hanya ingin berkata apa adanya saja...

Selalu kuingat, pelajaran dari guru biologi sma-ku. Namanya lupa, .. sorry bu :D
Persisnya lupa juga, tapi intinya, hidup di lingkungan yang tidak sempurna (sedikit kotor, sedikit bau, sedikit berdebu...) akan meningkatkan kekebalan tubuh seseorang..

Buktinya tuh, kalo ada orang Indo yang pulang kampung, kalo ga jaga makanan dikit aja... siap-siap aja deh buang air besar.

Inilah yang bisa dibanggakan secara fisik..

Lalu secara mental..

Orang Indonesia bisa dibilang kuat secara mental, dalam artian.. tahan macet berjam-jam, tahan hidup dalam ketakutan (ancaman bom, etc), secara umum sih bilang aja tidak manja

Dan yang pasti aku akan lebih kagum, bila tekanan mental yang berlebihan itu, 1) tidak menjadi alasan untuk berbuat yang tidak benar 2) menjadi bekal untuk hidup yang lebih baik

Lagi-lagi bahasa..

Eh, bagaimana meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris masih tetap menghantui kepalaku.. Huh, cape deh mikirinnya :)

Kemarin, kebetulan ada kesempatan bercakap-cakap dengan teman kerja dari Filipina. Salah satu yang aku heran adalah kemampuan berbahasa Inggris orang Filipina, di atas rata-rata. Sampai-sampai, konon gaji pembantu rumah tangga yang berasal dari Filipina lebih tinggi daripada gaji orang Indonesia.

Makanya, aku pun bertanya, "kenapa ya orang Filipina jago berbahasa Inggris, apakah menjadi bahasa sehari-hari?". O tidak, katanya. Bahasa sehari-hari tetap tagalog, tetapi di sekolah-sekolah bahasa Inggris itu dipergunakan secara intensif.. Seberapa intensif saya belum sempat bertanya lagi..

Cobalah Bapak & Ibu dari Kementrian Pendidikan, tanyakan kepada Pemerintah Filipina..
Semoga berhasil.

Monday, June 20, 2005

Jakarta macet...

Jakarta macet.. banyak yang tidak heran lagi? Ternyata bukan hanya di Jakarta, Manila dan India pun macetnya parah. Tetapi ini tidak menjadi kata maaf untuk menghilangkan kemacetan. 'Menghilangkan'? wah jangan tersenyum sinis dulu dong :)

Salah satu penyebab kemacetan yang menonjol adalah antrian di pintu tol. Apalagi kalau hujan.. wah...

Seandainya aku jadi SBY, kuingin sebelum aku lengser, semua akses ke pintu tol tidak lagi manual, tetapi otomatis..

Apakah ada hambatan?
* Teknologi? huh.. ini sudah kuno, di Singapore ada ERP, di Malaysia walaupun lebih jelek tetap otomatis..
* Uang? huh.. jalan tol itu khan bisnis basah, jadi boleh dong penduduk biasa kecipratan..
* Lapangan kerja? huh.. berapa banyak penjaga tol dibandingkan dengan korban kemacetan, dan bila mereka dipecat karena hal ini berilah tunjangan yang wajar
* Apa lagi? dengan hilangnya kemacetan di Jakarta, bakal orang tertarik untuk investasi (eh upah di Indonesia murah lho), ekonomi meningkat dsb..

SBY, cobalah dengar seruan ku ini, engkau akan dikenang oleh orang, terutama olehku? aku cukup menikmati lancarnya lalu lintas :)
whuzz whuuzzz.....

Selimut hijau...

Semula saya heran, kenapa hampir di setiap gedung yang sedang dibangun / direkonstruksi, selalu diselimuti dengan jaring. Berapa dollar yang dihabiskan hanya untuk jaring itu?

Setelah berpikir beberapa lama saya menduga

1. Selimut untuk mengurangi pencemaran debu akibat rekonstruksi.
2. Selimut itu bisa menjadi alternatif prosedur keselamatan, misalnya kalau jatuh ada sesuatu yang bisa digapai untuk bergelantungan..

Mungkin...

Seorang pekerja bangunan tewas, dan..

Beberapa minggu yang lalu, seorang pekerja rekonstruksi bangunan di Singapore tewas akibat kecelakaan kerja. Tahukah Anda apa yang terjadi?

1. Kementrian Tenaga Kerja menghentikan sementara proyek tersebut untuk melakukan evaluasi.

2. Banyak orang penting menjadi terdakwa akibat kelalaian mereka.

Nyawa orang sangatlah berharga, entah dia pekerja kasar ataupun seorang presiden.

Bisakah kita mencontohnya?

bahasa Inggris mengubah banyak hal

Aku bekerja di negara orang, kadang-kadang ingin tahu juga siapa sih teman-teman yang berasal dari Indonesia. Banyak sekali orang India, banyak juga orang Malaysia, dan Filipina. Tapi kenapa susah cari orang Indonesia?

Mungkin ada beberapa faktor penyebabnya? Tapi salah satunya adalah kemampuan berbahasa Inggris yang kurang.

Bagaimana bila bahasa Inggris menjadi bahasa pengantar untuk anak-anak sekolah, minimal 2 hari dalam 6 hari sekolah, diharuskan berbahasa Inggris? apakah guru-guru siapa berbahasa Inggris? semoga .. hik2..

Singapore secara de facto telah menjadi hub bagi negara-negara Asia. Mengapa? Salah satu faktor adl sebagian besar penduduknya bisa berbahasa Inggris & Chinese.

Majulah Indonesia, janganlah nasionalisme yang sempit membuatmu susah melangkah.

Monday, May 30, 2005

Ide - ide untuk Indonesia

Beberapa ide datang dan tenggelam. Ada yang baik ada yang tidak. Mungkin akan berguna bila kutulis di blogger. Dan akan lebih berguna lagi bila ada yang menggunakannya. Dukungan Anda akan memberikan semangat kepada saya.

Satu prinsip dari blogger ini. Anonymous. Aku tidak ingin mendapatkan popularitas dari hal ini. Biarlah apa yang kutulis murni dari hati dan untuk bangsa.

Bila ada teman-teman yang ingin menyumbangkan pikiran di blogger ini, akan jauh lebih baik.

Salam.